Berita terkini

Komunitas Pemuda Pesisir Pao gandeng PERSIT dan Bhayangkari Aksi Nasional di Pantai Kaloko

22/08/2019

KOMINFO-NEWS

Minggu (18/08/2019), Komunitas Pemuda Pesisir Pao (KP3) dan Balang Institute menggelar aksi Menghadap Laut 2.0 di Pantai Kaloko, Desa Pao, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Menghadap Laut 2.0 serentak dilaksanakan di 108 titik di Indonesia. Rangkaian acara aksi ini meliputi orasi laut, bersih pantai, menghadap laut dengan menyanyikan “Bagimu  Negeri dan makan bersama hasil laut Kaloko yang disumbangkan masyarakat di lokasi kegiatan.

Koordinator Komunitas Pemuda Pesisir Pao  (KP3), Karman menjelaskan “Kegiatan bersih Pantai Kaloko ini merupakan inisitiatif para pemuda pesisir untuk mendorong terbangunnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut. Tahun lalu aksi serupa kami gelar bersama kelompok mahasiswa, tahun ini kita sengaja mempaketkan dengan menghadap laut yang digelar serentak di seluruh Indonesia agar seluruh pihak bisa terlibat dalam kegiatan ini. Alhamdulillah mendapatkan respon positif dari berbagai pihak”, ujarnya.

Reza Al Fahreza, selaki anggota BPD Desa Pao, menerangkan bahwa BPD Desa Pao, Balang Institute bersama Diskominfo mengambil peran mengkoordinasikan kegiatan ini dengan inisiator di tingkat pusat, petunjuk teknis kegiatan dan seluruh alat peraga kampanye dikerjakan oleh Balang Institute. Organisasi Persatuan Istri Anggota Polri yang merupakan badan ekstra struktural Polri dan PERSIT Jeneponto yang merupakan Persatuan Istri Tentara juga mengambil bagian, kedua organisasi ini mengerahkan cukup banyak personil untuk ikut membersihkan laut. Selain itu Bhayangkari Jeneponto membawa wadah air sendiri (thumblr) dan menyediakan snack yang tidak berbahan plastik sebagai upaya meminimalisir penggunaan sampah. Hadir pula Dandim 1425 Jeneponto dan Kapolres Jeneponto turut memeriahkan aksi nasional ini. Sementara unsur komunitas yang ambil bagian dalam kegiatan ini antara lain Thamvilo, Pakoko dan Shine Think.

Menghadap Laut 2.0 di Pantai Kaloko diikuti oleh 318 relawan yang berasal dari berbagai komunitas dan Organisasi Non Pemerintah (Ornop) yang menyisir pantai sepanjang 100 meter. Area penyisiran dibagi menjadi tiga bagian, setiap bagian dilayani oleh lima panitia yang melakukan pemilahan jenis sampah lalu ditimbang dan dia angkut ke mobil sampah yang disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten jeneponto. Total sampah yang berhasil dikumpulkan  adalah  1.311,4 kg sampah. 716 kg (54,5%) dari sampah tersebut adalah sampah kayu kiriman, plastik 392 kg (29,9%), kaca 34,4 kg (2,6%) dan campuran 169 kg (12,8%). Data ini akan ditindaklanjuti oleh KP3 dan Balang Institute untuk ekspos data ke Dinas Lingkungan Hidup dan Bappeda Jeneponto.

Karman juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini, baik dari unsur pemerintah maupun dari non pemeritah. Dari unsur pemerintah yang terlibat dalam kegiatan antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo).  DKP berperan besar mengkoordinasikan dengan berbagai pihak untuk memberikan dukungan pada kegiatan ini. DLH memberikan dukungan utuk pengangkutan sampah, sementara Diskominfo memberikan bantuan penuh pada aspek dokumentasi dan publikasi. Diskominfo Jeneponto menurunkan camera drone untuk mengambil kondisi awal pantai psebelum pembersihan dan kondisi setelah pembersihan. Sayangnya DLH hanya menurunkan 1 unit armada sehingga tidak semua sampah diangkut, masih ada sekitar dua titik sampah yang belum terangkut.

Ilham Madjid dari Balang Institute menjelaskan, pihaknya berencana memfasilitasi KP3 untuk melakukan ekspose hasil kegiatan di tingkat kabupaten. Ekspose tersebut diharapkan bisa melahirkan rumusan skema penanganan sampah terpadu di tingkat desa, dimana masyarakat dan pemerintah desa menjadi pelaku utama penanganan sampah. Pemerintah Kabupaten Jeneponto bisa memberikan dukungan berupa pengiatan kapasitas dan penyediaan armada.  Di samping itu, aksi ini adalah langkah awal dalam menggagas sistem persampahan desa di Kabupaten Jeneponto.

 

Dhani/J@y