Berita terkini

Berita Di Medsos, Seorang Warga Jeneponto Suspect Covid-19; HOAX

18/03/2020

JENEPONTO.-- Tersebarnya berita melalui media sosial (WhatsApp dan Facebook) mengenai seorang warga Jeneponto yang terpapar COVID-19 (Virus Corona) pada Rabu, 18 Maret 2020 adalah HOAX atau tidak benar.  Isi postingan berantai pada WhatshApp tersebut sebagai berikut : "Kronolagis terjadinya virus corona terhadap Ibu Sukmawati guru PAI SDI Bonto Bonto Kec Binamu,,  dia baru pulang dari Korea untuk menghadiri Wisuda kemanakannya. Sepulang dari Korea di kenna penyakit Demam yang sangat tinggi dan ada berapa dokter spesialis yang menangani tak kunjung sembuh, ada beberapa petugas rumah sakit dan dokter mendatangi rumahnya,  dicurigai penyakit corona makanya di bawa ke Lanto untuk di USG ternyata positif virus corona. Kasihan kenna juga anaknya".  

Postingan lain berbunyi; "Innalillah sudah ada virus corona di lanto, dokter rumah sakit lanto mendatangi rumah pasien ternyata anak dan ibu positif virus corona, makanya dia bawah ke rumh sakit lanto,,  ini bukan hoax,,,  namanya IBU SUKMAWATI teman ngajarnya Ibu,, orang Pokobulo bersuami orang Tamarunang pas rumahnya samping kanan hotel Bintang Karaeng Tamarunang".  Inilah beberapa isi postingan yang tersebar di media WhatsApp tersebut.

Untuk mengetahui kebenaran informasi ini, maka  dilakukan klarifikasi melalui via telepon  dengan menghubungi layanan Hotline Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto dan WhatsApp pribadi anggota Tim Gugus COVID-19 Dinas Kesehatan, Syusanty A.Mansyur  dan Direktur RSUD Lanto Dg. Pasewang, Bustamin.  

Syusanty menjelaskan bahwa terkait pemberitaan bahwa d Kabupaten jeneponto sudah ada positif corona, maka kami dari Dinas Kesehatan sebagai bagian dari gugus tugas pengendalian covid 19 menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar dan hanya HOAX. Ini merupakan informasi sepihak saja . Adapun saat ini kami tim TGC Dinas Kesehatan hanya melakukan pemantauan terhadap orang yang pernah berkunjung ke daerah terdampak dan sedang mengalami demam, flu , nyeri tenggorokan sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian penyakit. "Jadi sekali lagi pemberitaan ini adalah HOAX atau tidak benar, dan hanya merupakan informasi sepihak", tegas Syusanti.

Sementara itu Direktur RSUD Lanto Dg. Pasewang, Bustamin melalui via telepon menjelaskan bahwa sakitnya bukan virus corona tetapi demam tinggi. "Kemungkinan sakit ginjalnya kambuh",  ujarnya.

Berikut pula riwayat obrolan seorang netizen dengan dr. Sultan (Dokter yang menangani pasien tersebut) via WhatsApp;

[18/3 16:17] dr Sultan: Data pasien:

Nama: Sukmawati

Ttl: 12-12-1974

Alamat: binamu

Status: bpjs

Mrs: 17 maret 2020 dgn keluhan muntah > 10 kali, tdk ada riwayat demam, ada riwayat hipertensi..

Vital sign:

Bp 150/90

Rr 20

Hr 86

T 36,6

Terapi:

Inj ranitidin

Inj santagesic

Inj ondasetron

Omz

Amlodipin

[18/3 16:18] dr Sultan: Ini yg you maksud ya...

[18/3 16:18] dr Sultan: Kalau ini pasien gagal.ginjal.....riwayat ke korea positif.


Semoga dengan penjelasan ini, warga Jeneponto tetap tenang menghadapi penyebaran Covid-19 ini, dan senantiasa  menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta berperilaku hidup bersih dan sehat. (*Jy)