Berita terkini

Atasi Pandemi Covid 19, Gubernur Sul Sel Gelar Video Conference Dengan Bupati/Walikota se Sul Sel

26/03/2020

JENEPONTO.- Pada Kamis, 26 Maret 2020, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menggelar video conference "live streaming" dengan Bupati/Walikota se SulSel.

Video conference ini juga diikuti oleh Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, yang didampingi Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Ketua DPRD dan Sekda Jeneponto di Ruang Rapat Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan arahan dan petunjuk antara lain bahwa menyikapi pandemi Covid 19 ini, maka seluruh jajaran Pemerintahan harus bekerja secara terpadu. Saat ini secara nasional telah terpapar 686 orang dan 55 orang meninggal dunia atau dengan persentase, Indonesia urutan kedua setelah Italia. 

Di Sul Sel kebijakan untuk mencegah pandemi ini juga terus kita lakukan. Hingga hari ini terdapat 54 Orang Dalam Pemantauan. Kemudian Pasien Dibawah Pengawasan 155 orang, dan pasien Positif 23 orang. Kondisi pasien ini melonjak akibat lambatnya hasil uji laboratorium keluar. Bahkan beberapa diantaranya sudah sehat. Karena itu kami mendesak Pemerintah pusat untuk menjadikan lab kita layak uji. Dan atas kebijakan Menteri Kesehatan kita sudah mendapatkan kepercayaan untuk melakukan uji lab tersebut, masing-masing pada Balai Laboratorium Kesehatan, RS. Unhas dan RS. Wahidin. Perkembangan menunjukkan bahwa setiap harinya rata-rata ada 60 sampel. Tentunya kecepatan hasil lab ini penting karena kalau tidak diketahui lebih cepat maka penularannya akan lambat diatasi. 

Gubernur juga menekankan agar dilakukan upaya pemutusan rantai penularan virus ini, khususnya yang mempunyai riwayat kontak dengan orang yang terpapar virus.

"Tim Gugus Tugas, Media Center, Call center yang terintegrasi dengan Pemkab/Kota telah kita jalankan. Dan mohon para Bupati/Walikota untuk mendapat respon hal ini", tegasnya.

Gubernur juga apresiasi mengenai rencana Ijtima ulama di Gowa yang tidak terlaksana. Alhamdulillah bisa kita batalkan. Apresiasi untuk seluruh jajaran Pemkab Gowa, Kapolres, Dandim dan seluruh unsur pimpinan daerah se Sulawesi Selatan.

Gubernur memberi apresiasi pula untuk seluruh Bupati/Walikota atas berbagai himbauan yang telah dikeluarkan.

Point kunci yang perlu diperhatikan adalah pertama Kesehatan masyarakat. Kebijakan isolasi masih terus kita terapkan. Preventif dan inovatif. Jangan sampai ada kegiatan pengumpulan massa. Lakukan pemetaan daerah yang rawan terpapar. Pengawasan terhadap ODP. Optimalkan back up pengamanan. Seluruh jaringan pemerintahan agar bekerja, dan libatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. 

Terkait Alat Pelindung Diri sudah kita terima 2000 pcs APD dari Pemerintah Pusat. Teman para pengusaha juga banyak yang menyumbang. termasuk dari Pengurus KKSS sebanyak 6 dos.

Diharapkan pula para Bupati untuk siapkan call center, website dan ambulans.

Yang kedua, Jejaring sosial. Warga kita yang bekerja harian agar diarahkan dengan baik. Karena dengan kondisi ini berpengaruh terhadap pendapatan harian dan berdampak pula pada perekonomian kita. Kita perhatikan hal hal ini.

Selain itu diinstruksikan agar sesegera mungkin untuk melaksanakan rapat anggaran dan relokasi anggaran sesuai amanah Presiden.

Kegiatan rapat-rapat, perjalanan dinas, mohon segera dihitung item-item tersebut. Lakukan pengalihan ke kegiatan yang dibutuhkan warga, seperti pemberian bantuan langsung tunai dan sembako. Reposisi anggaran dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Pemprov juga akan segera melakukan relokasi anggaran untuk mendukung bantuan sosial kepada daerah. Program lelang pengadaan barang agar dilakukan secara padat karya agar dapat menyerap tenaga kerja lokal.

Kelangkaan bahan-bahan pokok agar dikendalikan. Termasuk harga sembako. Kita harus serius memantau ketersediaan bahan pokok kita. Swalayan, grosir, minimarket untuk tidak melayani orang yang memborong barang dan berlebihan. Mohon bantuan aparat hukum. Tapi berikan statement yang menyejukkan. 

Industri agar menerapkan protap dan perlindungan karyawan.

Para Bupati juga diharapkan untuk mengkaji keringanan pajak terhadap kegiatan usaha warga seperti restoran, hotel dan sejenisnya. 

Hal urgen lainnya agar seluruh Bupati/Walikota melakukan Pendataan warga miskin termasuk warga miskin yang baru karena terdampak covid 19.

Persiapkan rumah sakit yang layak dan memadai. 

"Yang paling penting adalah kita semua sehat. Para pimpinan daerah selaku pengambil kebijakan jaga kesehatan. Lindungi warga dengan baik. Kita tidak boleh meremehkan hal ini. Dan tidak boleh panik menghadapi covid 19 ini. Berbagai pandangan ahli menyebutkan bahwa penularan virus ini melalui hidung dan mulut. Itulah sebabnya tangan harus selalu bersih. Dan kunci utama adalah imun tubuh kita. Berikan semangat dan optimisme kepada masyarakat kita, bahwa kita akan melalui pandemi ini dengan baik. Ini adalah ujian. Kita harus solid dan sekali lagi tidak panik dan semoga badai ini segera berlalu. Mari kita berserah diri kepada Allah dan banyak berdoa", tandas Gubernur.

Sementara itu, Bupati Jeneponto melaporkan pada kegiatan tersebut bahwa di Jeneponto secara umum dalam kondisi aman, nyaman dan terkendali. Tim Gugus Cepat telah terbentuk dan melaksanakan tugasnya dengan baik dan terpadu. Sampai hari ini terdapat 56 ODP dan 4 orang yang sebelumnya dinyatakan PDP, telah diterima hasil pemeriksaan Laboratoriumnya dan dinyatakan negatif.

"Himbauan dan berbagai instruksi lainnya telah kami jalankan. Dan tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan peralatan dan APD dalam mengatasi pandemi virus ini", harap Bupati. (*)


Laporan : AgusalimD