Artikel terkini

"BLOK KARAENGTA", TANAH SURGA UNTUK INDONESIA

13/02/2019

Kehadiran Wakil Menteri ESDM pada hari ini, insya Allah menjadi pertanda  bahwa  akan dimulainya proses eksplorasi minyak dan gas bumi Blok Karaengta di pesisir pantai Pabiringa”, kata Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.

 

“Orang bilang tanah kita tanah surga,

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”.

Penggalan lirik lagu "Kolam Susu" dari Koes Plus tersebut rupanya bukan sekadar nyanyian saja. Maknanya dalam. Indonesia memang kaya. Penuh potensi. Sumber daya alamnya melimpah ruah. Dari hulu ke hilir, dari Sabang sampai Merauke adalah sebuah keniscayaan yang menjanjikan kemakmuran bagi rakyatnya.

Adalah sebuah daerah yang bernama Jeneponto. Terletak di wilayah Selatan Provinsi Sulawesi Selatan. Kota Bontosunggu-ibu kota Jeneponto berjarak sekitar 100 kilometer dari Kota Makassar. Jika dilihat di peta, maka letaknya berada di kaki pulau Sulawesi, dan jika dianalogikan dengan anatomi tubuh manusia,  posisinya ada di tumit. Sehingga sebagai tumit, ia harus kokoh, kuat, perkasa, karena menjadi tumpuan dan menopang tubuh manusia.

Jeneponto juga familiar disebut Bumi Turatea. Penduduknya ramah-ramah, berkarakter kuat,  etos kerjanya keras dan setia.  Punya semangat kekeluargaan dan persaudaraan yang tinggi. Bahkan Gubernur pertama di Sulawesi Selatan adalah orang Jeneponto, yakni Lanto Daeng Pasewang.  Daerah ini identik dengan suku Makassar. Sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalabbiri (saling menghargai), sikatutui (saling menjaga), sikamaseang (saling mengasihi) sipammaling-malingi (saling memuliakan-merindukan) dan siri na pacce (menjunjung tinggi rasa malu dan kepedulian terhadap sesama).

Saat ini,  Jeneponto masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Meskipun, secara kasat mata telah tumbuh pesat dan berkembang. Wajah kotanya pun semakin bersahaja dan terus bersolek. Bahkan infrastruktur jalan hingga ke seluruh pelosok desa telah mulus dan terakses dengan mudah dan lancar. Berbagai potensi yang dimilikinya mulai terjamah.  Pertanian, kelautan, perikanan, jasa dan perdagangan serta sektor Industri dan energi terbarukan yang kini menjadi icon baru di daerah ini, dengan hadirnya dua jenis pembangkit listrik, yakni PLTU Punagayya dan PLTB Tolo 1.


“Orang bilang tanah kita tanah surga”.

 

Kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar ke daerah ini, Selasa (6/11) yang lalu, rupanya menjadi momentum untuk menjadikan Jeneponto sebagai tanah surga. Pasalnya, di dasar lautan flores, sepanjang pantai Pabiringa-Karampangpa’ja terdapat kandungan minyak dan gas  bumi, yang didapuk namanya menjadi “Blok Karaengta”.  Arcandra Tahar pun menyebut bahwa potensi ini akan segera dieksplorasi. Menurutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan meeting join studi dengan Litbang ESDM dan stakeholder tambang. Tujuannya tentu saja untuk mempercepat pengelolaan potensi di Blok Karaengta tersebut.

Potensi migas ini juga mendapat tanggapan serius dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman. “Jika eksplorasi ini terwujud, maka ada tiga hal yang harus menjadi fokus perhatian, yakni isu lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal dan transfer ilmu dan teknologi”, kata Wagub SulSel tersebut.

Iksan Iskandar, Bupati Jeneponto sangat berbahagia atas momentum ini. “Semuanya adalah berkah dan rahmat dari Allah SWT, kita patut bersyukur atas karunia ini, karena Jeneponto punya kandungan potensi alam yang begitu besar untuk membangun kesejahteraan rakyat. Semoga ini bisa terwujud secepatnya dan menjadi sumber daya saing baru bagi daerah yang kita cintai ini. Meski demikian, perhatian dan bantuan berkesinambungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi terus menerus kita harapkan”, ujar Bupati.

 

Blok Karaengta,  adalah asa yang layak jadi nyata. Yang mengubah potensi menjadi kompetensi. Jeneponto dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, perlahan namun pasti akan menjadi kenyataan sebagai penopang bagi daerah di Pulau Sulawesi. Tidaklah  berlebihan, karena kini penyuplai sumber daya listrik  terbesar di Sulawesi Selatan adalah Jeneponto. Pengembangan industri garam pun telah menjadi isu prioritas provinsi dan nasional. Dan ketika migas di blok karaengta telah  tereksplorasi, maka tak ada alasan lagi untuk mengatakan bahwa Jeneponto memang benar adalah “tumit” bagi Pulau Sulawesi.  “Tanah Surga” untuk Indonesia. Semoga!.

#jeneponto_gammara

#jeneponto_smart

#jeneponto­_renewable_energy

 

@AgusalimDasrum

(CP; agusalim.d@mail.go.id )